Artikel Ilmiah Non Penelitian
Mengenal
Plastik dan Pengolahan Limbahnya
Oleh
:
Sandra
Tifani
41613010006
Abstrak
Plastik merupakan bahan
kebutuhan yang banyak dipergunakan dalam kehidupan manusia modern. Akan tetapi
sisa sampah dari Plastik bisa menjadi permasalahan tersendiri bagi lingkungan.
Karena sampah Plastik merupakan limbah rumah tangga yang sangat sulit untuk
diuraikan (berbeda dengan sampah organik yang bisa cepat terurai). Untuk
menguraikan sampah Plastik diperlukan waktu yang sangat lama bisa
berpuluh-puluh tahun, sedangkan sampah organik bisa diurai dan diubah menjadi
kompos hanya dalam waktu beberapa hari saja. Di lain sisi penggunaan Plastik
dalam kehidupan sehari-hari justru semakin meningkat sehingga menjadikan
problem semakin pelik. Oleh karena penggunaanya yang terus meningkat, maka
perlu dilakukan daur ulang terhadap limbah limbah plastik ini.
Kata
Kunci : Plastik, Limbah, Daur Ulang
Pendahuluan
Plastik
sudah menjadi kebutuhan sehari-hari di kehidupan manusia saat ini. Mulai dari
produk elektronik, makanan, minuman, mainan, rumah tangga, dan lain-lain.
Seiring dengan kemajuan jaman dan pola hidup manusia saat ini maka pemakaian
plastik yang semakin tinggi akhirnya menimbulkan dampak negatif yaitu sampah.
Plastik
memiliki waktu lama jika melewati proses daur ulang secara alami sehingga
menjadi permasalahan serius karena memberikan kontribusi serius pada soal
sampah. Pemrosesan daur ulang sampah plastik yang sudah dilakukan sekarang
masih berbanding jauh dengan jumlah sampah plastik yang dihasilkan
Pengertian Plastik
Plastik
adalah senyawa polimer yang terbentuk dari polimerisasi molekul- molekul kecil
(monomer) hidrokarbon yang membentuk rantai yang panjang dengan struktur yang
kaku.
Hampir semua plastik sulit
untuk diuraikan. Plastik yang memiliki ikatan karbon rantai panjang dan
memiliki tingkat kestabilan yang tinggi, sama sekali tidak dapat diuraikan oleh
mikroorganisme.
Jenis Jenis Plastik
§ PETE/PET
Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1
di tengahnya serta tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah
segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/tembus
pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman
lainnya. Botol jenis PETE/PET ini disarankan hanya untuk sekali pakai. Bila
terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi
panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan
mengeluarkan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker dalam jangka
panjang.
§ HDPE
Pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo
daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density
polyethylene) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu, Tupperware,
galon air minum, dan lain-lain. Botol plastik jenis HDPE memiliki
sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.
Merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan
untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan
makanan/minuman yang dikemasnya.
§ V/PVC
Tertulis (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di
tengahnya, serta tulisan V. V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis
plastik yang paling sulit didaur ulang. Ini bisa ditemukan pada plastik
pembungkus (cling wrap) dan botol-botol. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan
makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati
dan berat badan.
§ LDPE
Logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta
tulisan LDPE. LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat
(thermoplastic, dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan,
plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.
Barang
berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan
karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan
ini.
§ PP
Tertera
logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik
adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen
lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik
terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Jenis PP
(polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat
makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting
botol minum untuk bayi. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang
berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.
§ PS
Tertera
logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. Biasa dipakai
sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.
Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak,
mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi,
dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang.
Bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.
§ Other
Tertera
logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Dapat ditemukan
pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang
mobil, alat rumah tangga, komputer, alat elektronik dan plastik kemasan.
Kelebihan dan Kelemahan
Plastik
Kelebihan :
- bentuknya yang fleksibel sehingga mudah mengikuti bentuk pangan yang dikemas
- berbobot ringan
- tidak mudah pecah
- bersifat transparan/tembus pandang
- mudah diberi label dan dibuat dalam aneka warna
- dapat diproduksi secara massal dan mudah ditemui
- harga relatif murah
- terdapat berbagai jenis pilihan bahan dasar plastik
Kelemahan:
- beberapa jenis plastik tidak tahan panas (misalnya PE, PP, PVC)
- merupakan bahan yang sulit terurai secara alamiah (biodegradasi) sehingga dapat mencemari lingkungan
- berpotensi melepaskan migran berbahaya yang berasal dari sisa monomer dari polimer
Dampak Limbah Plastik :
Ø Plastik
mudah terbakar sehingga ancaman terjadinya kebakaran pun semakin meningkat.
Asap hasil pembakaran bahan plastik sangat berbahaya bagi manusia karena
mengandung gas-gas beracun seperti hydrogen sianida (HCN) dan karbon monoksida
(CO).
Ø Sampah
plastik yang dibuang tidak pada tempatnya dapat menyebabkan banjir karena
menyumbat saluran-saluran air.
Ø Selain
itu juga menyebabkan pencemaran laut dan pantai yang mengganggu kenyamanan
wisatawan serta dapat mengakibatkan kematian binatang-binatang
Cara Pengolahan Limbah
Plastik
Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan
pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle).
Di
Indonesia, pemanfaatan limbah plastik dalam skala rumah tangga umumnya adalah
dengan pemakaian kembali dengan keperluan yang berbeda, misalnya tempat cat
yang terbuat dari plastik digunakan untuk pot atau ember. Butuh banyak cara
untuk dapat mereduksi limbah plastik dari atas permukaan bumi. Salah satunya
dengan memanfaatkannya menjadi barang lain yang berharga dan bermanfaat. Dengan
membuat kerajinan dari limbah plastic
Kesimpulan
Dari
penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa plastik merupakan senyawa yang sulit
diuraikan, jenisnya pun bermacam macam dan dapat ditemui dalam kehidupan sehari
hari karena memiliki banyak penggunaan. Hal ini dikarenakan plastik memiliki
lebih banyak kelebihan daripada kelemahan, tapi tetap saja banyak dampak buruk yang
dihasilkan dari penggunaan plastik seperti pencemaran lingkungan, maka dari itu
perlu dilakukan pemanfaatan kembali dengan cara daur ulang bahan plastik.
Daftar
Pustaka
Iskandar,
Delik (2007). Mengenal Bumi: Energi dan
Permasalahannya. Jakarta: Graha Ilmu Mulia.
Basriyanto
(2007). Memanen Sampah. Yogyakarta: Kanisius
Sudrajat,
HR (2006). Mengelola Sampah Plastik.
Bogor: Niaga Swadaya
Gambar
:









