Akumulasi Asam di Atmosfer


Asam (rumus umum : HA) adalah senyawa kimia yang apabila dilarutkan di air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7

Menurut Bronsted-Lowry asam adalah pemberi proton kepada basa. Teori ini adalah definisi yang paling sering digunakan, dimana keasaman suatu senyawa ditentukan oleh kestabilan ion hidronium dan basa konjugasi terlarutnya ketika senyawa tersebut telah memberi proton ke dalam larutan tempat asam itu berada.
Asam sulfat (H2SO4) adalah asam mineral (anorganik) yang kuat, yang larut dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk utama industri kimia. Kegunaan utamanya termasuk pemrosesan bijih mineral, sintesis kimia, pemrosesan air limbah dan pengilangan minyak. Asam sulfat murni yang tidak diencerkan tidak dapat ditemukan secara alami di bumi oleh karena sifatnya yang higroskopis. Walaupun demikian, asam sulfat merupakan komponen utama hujan asam

 

Hujan asam merupakan hujan dengan keasaman tinggi. Jika dilihat seperti sama saja dengan hujan biasa. Yang membedakan, tingginya kandungan asam pada air hujan asam dapat merusak kulit, mematikan tumbuhan, dan menyebabkan logam-logam cepat berkarat. Secara ekstrem, akumulasi asam tinggi di alam bisa memusnahkan seluruh spesies di sebuah danau
Hujan asam disebabkan oleh dua hal, yaitu alami dan ulah manusia. Salah satu penyebab alami adalah letusan gunung berapi. Sementara ulah manusia terkait penggunaan bahan bakar fosil, dimana hasil pembakaran energi fosil akan menjadi polutan bagi atmosfer. Komposisi polutannya membawa sifat asam yang meliputi asam sulfat, asam nitrat, atau klorida, seperti batu bara dan minyak di dunia industri (pabrik), kendaraan bermotor, hingga pembangkit listrik.
Contoh lainnya ialah Letusan gunung berapi, yang menimbulkan berbagai komposisi asam di atmosfer. Penggunaan pupuk pertanian juga menimbulkan asam dengan persentase yang berbeda
Berbagai komposisi asam tersebutlah yang menyebabkan pengendapan asam di atmosfer. Secara teknis, pengendapan asam dari atmosfer ke permukaan bumi tak hanya melalui air hujan, tetapi juga melalui salju, kabut, embun, dan aerosol.

Dampak Hujan Asam

  • Terhadap kesehatan manusia
gas sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx) bereaksi di udara membentuk sulfat dan nitrat yang merupakan partikel halus yang dapat masuk terhirup ke saluran pernapasan manusia dan kemudian dapat menyebabkan seseorang yang menderita penyakit yang berhubungan dengan kelainan jantung dan paru-paru, seperti asthma dan bronchitis

  • Terhadap Tumbuhan
Akibat dari hujan asam, air akan bersifat asam yang dapat meningkatkan kandungan elemen toksik, seperti Aluminium, di tanah. Akibat dari dampak tersebut adalah daun-daun akan berubah warna menjadi coklat hingga akhirnya tumbuhan mati.

  • Terhadap Perairan
Hujan asam akan membuat pH perairan turun hingga mencapai 5 atau bahkan di bawah 4.8 Pada kondisi pH 5 akan banyak hewan perairan yang mati karena tidak mampu untuk beradaptasi pada lingkungan asam. Alga, ikan, plankton-plankton, amfibi, siput, kerang-kerangan dan yang lainnya akan menerima dampak yang buruk akibat terjadinya hujan asam pada lingkungan tempat tinggal mereka

  • Terhadap Bangunan
Hujan asam akan menyebabkan timbulnya karat pada logam, seperti perunggu, ataupun rusaknya cat bangunan atau kendaraan serta rusaknya berbagai monumen, patung, ataupun makam yang terbuat dari batu
·         Terhadap Industri Otomotif
Hujan asam juga membawa dampak buruk bagi industri otomotif, yaitu rusaknya cat kendaraan secara permanen. Hujan asam membuat selaput cat mobil menjadi rusak dan menurut para ahli kerusakan yang terjadi tidak bisa dipulihkan. Satu-satunya cara adalah dengan mengecatnya kembali

  •  Terhadap Jarak Pandang
Partikulat sulfur yang diemisikan ke udara juga mempengaruhi jarak pandang seseorang. Pengaruh menurunnya jarak pandang dapat mencapai 50% hingga 70%


Sumber :

0 komentar:



Posting Komentar

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.