Partikel Dasar Atom
Pada 1808, John Dalton menyatakan bahwa atom adalah partikel
terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Teori atom Dalton bertahan hingga
ditemukannya partikel dasar penyusun atom pada 1896. Atom demikian kecil
sehingga tidak dapat dilihat walaupun dengan mikroskop. Akan tetapi sifat atom dapat
dipelajari dari gejala yang timbul bila diberi medan listrik, medan magnet,
atau cahaya. Dari gejala tersebut telah dibuktikan bahwa atom mengandung
elektron, proton, dan neutron yang disebut partikel dasar pembentuk atom.
Model Atom Terkini
Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin
Schrodinger (1926).Sebelum Erwin Schrodinger, seorang ahli dari Jerman Werner
Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian
yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara
seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian
menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”.
Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk
mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital
dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan
untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan
ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.
Sistem periodik Unsur
Sejarah Perkembangan
Sistem Periodik Unsur, Golongan, Periode, dan Sifat Periodik Unsur. Hingga akhir abad 18, hanya dikenal penggolongan
unsur atas logam dan nonlogam. Sekitar dua puluh jenis unsur yang dikenal pada
masa itu tampak mempunyai sifat yang berbeda satu dengan yang lainnya.
Suatu perkembangan baru terjadi pada awal abad 20, yaitu
ketika John Dalton mengemukakan teorinya tentang atom. Menurut Dalton, setiap
unsur mempunyai atom-atom dengan sifat-sifat tertentu yang berbeda dari atom
unsur lainnya. Salah satu perbedaan antar atom unsur itu adalah massanya. Akan
tetapi, Dalton belum dapat menentukan massa atom.
Sebagaimana diketahui atom mempunyai massa yang amat kecil.
Para ahli pada masa itu belum dapat menentukan massa atom individu. Sebagai
gantinya mereka menggunakan massa atom relatif, yaitu perbandingan massa
antar-atom yang satu terhadap yang lainnya. Metode penentuan massa atom relatif
dikemukakan oleh Berzelius (1814) dari Swedia dan P. Dulong dan A. Petit
(1819), keduanya darl Perancis.
Berzelius maupun Dulong dan Petit menentukan massa atom
relatif berdasarkan kalor jenis unsur. Massa atom relatif merupakan sifat
penting unsur dan merupakan sifat spesifik, karena setiap unsur mempunyai massa
atom relatif tertentu yang berbeda dari unsur lainnya. Dobereiner, Newlands,
Mendeleev, dan Lothar Meyer membuat pengelompokan unsur berdasarkan massa atom
relatif.
Struktur Atom Polielektron
Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri
dari inti atom beserta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya.[1]
Inti atom mengandung campuran proton yang bermuatan positif dan neutron yang
bermuatan netral (terkecuali pada Hidrogen-1 yang tidak memiliki neutron).
Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya
elektromagnetik
Lambang Lewis dan Struktur Oktet
Struktur Lewis adalah diagram yang menunjukkan ikatan-ikatan
antar atom dalam suatu molekul. Struktur Lewis digunakan untuk menggambarkan
ikatan kovalen dan ikatan kovalen koordinat.
Struktur Lewis dikembangkan oleh Gilbert N. Lewis, yang
menyatakan bahwa atom-atom bergabung untuk mencapai konfigurasi elektron yang
lebih stabil.
Ikatan Pada Logam
Ikatan logam adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat
penggunaan bersama elektron-elektron valensi antar atom-atom logam. Senyawa
yang terbentuk hasil dari ikatan logam dinamakan logam (jika semua atom adalah
sama). Misalnya:Dalam logam tembaga, atom tembaga dikelilingi 12 atom tembaga (
yang berikatan) atau aloi (jika terdapat atom-atom yang berbeda) misalnya atom
logam Be dan Cu membentuk baja.





0 komentar:
Posting Komentar